Obat Mujarab Penyakit Asmara

21 Dec

Saya pernah memiliki hubungan dengan seorang  pria.Kami pacaran kurang lebih 4 tahun sebelum akhirnya kami berpisah karena permasalahan  beda Agama.Ketika itu tidak di temui solusi untuk kami,sehingga dia memutuskan saya.

Namun walaupun putus, kami masih berhubungan baik dan sama-sama saling memendam rasa.Ketika saya menjalin hubungan sama dia ,selama 4tahun itu kami hanya bertemu 2 kali.dan setiap saya mau menemuinya,selalu saja gagal.Saya  berfikir ini adalah salah satu cara Allah menjaga saya.karena setiap kami bertemu,kami melakukan maksiat.

Hingga suatu ketika saya tersadar akan semua itu,saya menyadari  ketika saya dekat dengan dia,saya sering  dengan mudahnya melakukan maksiat.Akhirnya  saya memutuskan untuk move on,dan kelak tidak akan mengulangi hubungan yang seperti demikian.Yang menurut  saya,pada akhirnya membuat  saya menjauh dari perintah Allah dan malah melakukan larangan Allah….naudzubillah min dzalik..

Setelah 1,5 tahun putus,akhirnya saya dikenalin dengan  seorang laki-laki oleh kakak saya.Dia berasal dari keluarga yang baik-baik,memiliki akhlak yang baik pula,rajin dan taat beribadah dan baru sebentar saya berkenalan dengan dia,dia sudah menunjukan keseriusan dengannya,dengan berniat menikah saya.Namun rencana itu agak sedikit tertunda/tidak bisa dilaksanakan secepat mungkin karena orang tuanya menghendaki dia menyelesaikan pendidikan nya dulu hingga awal tahun depan.Namun lelaki ini dari awal memang tidak ingin berpacaran atau memiliki hubngan semacam itu.Melihat itikad baik dirinya,saya akhirnya menjalin hubungan dengan lelaki ini.Restu orang tuanya dan restu orang tua saya pun telah saya dapat.Terutama Ibu saya.

Baca juga: Madu Penyubur Kandungan

Beberapa bulan ini, mantan pacar saya yang berbeda agama itu tiba-tiba datang kembali dan dia tahu saya telah berkenalan dengan lelaki lain.Dia berusaha untuk mendekati saya kembali,Jujur saja saya selalu lemah dengan dia,dalam hati saya masih ada rasa sayang terhadap dia.dan dia mengutarakan niatnya untuk menjadi mualaf,yang dulu dia bilang suatu hal yang mustahil untuknya.Dan saya baru tau juga dari kawan-kawan nya,kalau dia memang sudah beberapa waktu ini tekun mempelajari islam seperti yang dia bilang kepada saya.Saya menceritakan hal tersebut kepada Ibu saya,dan Ibu saya dengan tegas bilang  jangan sampai saya kembali kepada dia.Disisi lain,calon suami saya berasal dari keluarg guru mengaji.Dan seluruh keluarganya adalah muslim taat.Ibu saya jelas lebih ridha apabila saya dengan calon saya ini.

Namun tekanan datang kepada saya dari mantan saya dan teman-teman nya.Mereka menganggap saya ini mau enaknya sendiri dan tidak menghargai perjuangan mantan saya yang selama ini belajar islam karena saya.Mereka menyebut usaha nya sia-sia.Mereka bilang kalau tidak jadi dengan saya berarti mantan saya di jauhkan dari hal yang buruk,yaitu dekat dengan  saya.Mantan saya pun sering brkata hal-hal yang menyakitkan bagi saya.Walaupun saya tak berniat untuk tidak mengargai usaha dia…jujur saya sempat goyah ketika tau dia mau menjadi mualaf.Namun melihat respon orang tua saya,saya tidak ingin menjadi anak yang durhaka  dengan melawan orang tua.Yang jelas-jelas saya tahu mereka melakukan itu karena sayang dan ingin yang terbaik buat saya kelak.Apalagi memilih seorang pendamping hidup memang tidak boleh main-main.Orang tua selalu menekan kan yang penting selalu lihat akhlak dan agamanya.

Secara pribadi saya sendiri punya pilihan, tapi saya sedikit bingung  akan hal ini.Hati kecil saya memilih calon suami saya, karena dia begitu baiknya dan taat dalam beribadah.Sikap dan tutur katanya tidak pernah kasar dan begitu menyayangi dan menghormati orang tua dan keluarga saya.Namun saya ini orang nya tidak tegaan.Saya juga tidak tega mantan saya seperti sekarang.Yang meurut  teman-temannya berusaha keras untuk mendapatkan saya kembali dan akhir-akhir sering sedih.Belum lagi tekanan dari mereka yang selalu menilai dan berkata macam-macam tentang saya yang menurut  saya tidak benar.Disisi lain saya juga masih sayang sama dia.Namun sebentar kami dekat kembali,tanda-tanda ajakan kearah maksiat kembli terlihat.Maka dari itu saya menajaga jarak karena saya tidak mau kembali seperti dahulu setelah memutuskan berhijrah.Saya mohon pencerahan nya,apa yang sebaiknya saya lakukan untuk memperbaiki keadaan ini dan silaturahmi dengan mantan dan teman-teman nya yang memburuk saat ini.

Terima kasih banyak atas jawaban yang di berikan, maaf cerita saya terlalu panjang.wassalamu”alaikum.

 

Jawab:

Wa”alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.Saudariku,semoga Allah menguatkan anda untuk berjalan menggapai jalan yang lurus dan memilih pilihan yang benar.Sungguh sesuatu hal yang sangat menyiksa adalah akibat penyakit asmara.Untuk itu,semoga apa yang kami utarakan ini bisa meringankan beban pikiran yang saudari hadapi.

Saudari ku Rasulallah salallahu alaihi wasalam bersabda,

“jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridha agama dan akhlak nya,maka nikahkan lah dengannya,jika kamu tidak menerimanya,niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.”(Riwayat Tirmidzi,hasan)

Alhamdulillah,orang tua saudari dan anda sudah memahami hal ini.Dan dari apa yang saudari ceritakan,pilihn anda sudah tepat,yaitu lelaki muslim yang taat daripada lelaki mualaf yang patut di ragukan niatnya yang ingin menjadi mualaf(karena menurut yang anda ceritakan,ia menjadi mualaf karena demi saudari).Selain itu,saudari juga tentu sering mendengar kejadian serupa,yang katanya jadi mualaf,namun setelah berhasil mendapatkan si wanita,lama-lama sang wanita di murtadkan secara halus/sedikit demi sedikt.Dan dampaknya hal ini juga sudah saudari sadari.

Saudariku,wanita itu lemah,karena biasanya lebih mengedapankan perasaan daripada logika,semoga Allah menjaga dan menguatkan anda dari kelemahan ini.Untuk itu, mantapkan hati dan jangan dengerkan teman-teman Anda(yang menurut kami mereka juga egoois,karena tidak menghargai jalan kebaikanyang Saudari pilih,sebab pilihan anda tidak lainadalah untuk kehidupan

 

Dari seorang penduduk Madinah,ia berkata bahwa mu’awiyah pernah menuliskan surat  pada ‘Aisyah Ummul mukminin,dimana ia berkata,”tuliskan lah padaku suatu nasehat untuk dan jangan engkau perbanyak.”’aisyah pun menuliskan pada mu’awiyah,”salamun ‘alaikum(keselamatan semoga tercurah untuk mu).Amma ba’du.Aku pernah mendengar Rasulallahu salallahu alahi wasalam besabda,”Barangsiapa mencari yang mencari ridha Allah subhanahu wata’ala saat manusia tidak suka,maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia.Barangsiapa yang mencari ridha manusia namun Allah itu murka,maka Allah akan biarkan ia bergantung pada manusia.”(Rniwayat Tirmidzi no.2414 dan Ibnu Hibban no.276. syekh al-albani mengatakan hadits ini shahih).

Saudariku,apa yang  anda lakukan adalah sudah betul.Putusakn hubungan dan komunikasi dari mantan anda.Hapus sarana yang bisa menjembatani komunikasi denganya.Salah satu nya dengan memblokir atau menghapus nomer telpon nya.Ini bukanlah bentuk memutuskan silaturahmi.Karena pada dasarnya, hubungan antara lelaki dan wanita non mahram adalah sangat di batasi dalam islam.

Adapun dengan teman-teman saudari (sesama wanita) hendaklah tetap berbuat baik terhadap mereka.Kuatkan hati anda meski ada suar-suara sumbang dari mereka,insya Allah mereka akan memahami kebenaran pilihan anda.

Kemudian ,sebisa mungkin Anda segera menikah,tak mengapa anda memberi pengertian pada keluarga sang lelaki atas niatan Anda tersebut.Tentu melalui perantara keluarga Anda,dan ini bukanlah aib.

Sebab, obat mujarab untuk penyakit asmara adalah menikah dengan cinta yang halal.Sebagaimana kaidah yang dibawakan Syaikhul Islam ibn Taimaiyah;

“jiwa tidak akan bisa meninggalkan sesuatu kecuali jika ada sesuatu [yang menggantikan nya]”

Wallahu ‘alam,semoga bisa membantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: