Tradisi Ruqyah

6 Jan

“Tentu Saja Saya Menggunakan Ruqyah!

Sebagai Seorang Muslim Saya Harus Percaya

Dan Menaruh Kepercayaan Pada Allah SWT Dan

Mengikuti Ajaran Nabi Muhammad Saw.”

(Ustad Faisal – Penyembuhan Alami – East Java)

Apa itu Ruqyah?

Dalam Islam, Ruqyah adalah singkatan dari “ruqyah Syar’iyah”. Ini adalah praktik yang dilakukan oleh Nabi Saw. Dan diizinkan olehnya bagi orang lain untuk melakukannya berdasarkan beberapa Hadis shahih. Singkatnya, ruqyah adalah pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an atau berdoa kepada Allah SWT dalam permohonan untuk tujuan penyembuhan penyakit seseorang atau penyakit sendiri.

Doa harus dilakukan oleh seorang Muslim yang telah berwudhu dengan meletakkan tangan kanannya dilokasi penyakit jika memungkinkan atau pada dahi subjek jika tidak memungkinkan. Doa yang dibacakan tidak boleh berisi kata-kata yang tidak dapat dipahami, tidak boleh ditujukan kepada selain Allah SWT, atau meminta pada (yang diduga sebagai) kekuatan penyembuhan lain selain-Nya. Setiap pelanggaran tersebut akan menyebabkan permintaan itu dikategorikan sebagai suatu tindakan sihir dan/ atau syirik, yang mana keduanya merupakan dosa besar dalam Islam.

Orang yang melakukan ruqyah dan subjeknya harus sama-sama percaya dengan pasti bahwa penyembuhan berasal dari Allah bukan dari orang yang berdoa dan tidak pula dari doa itu sendiri.

  • (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomer Hadis 631)

Diriwayatkan dari Aisyah,

“Selama masa Nabi sakit, beliau biasa membaca Mu’auwidzatain (surah an-Naas dan surah al-Falaq) dan kemudian meniupkan napas diatas tubuhnya. Ketika penyakitnya bertambah parah, saya membaca kedua surah tersebut dan meniupkan napas saya diatas beliau dan membantu beliau menggosok tubuhnya dengan tangannya sendiri untuk berkat-berkatnya.”

 

(Ma’mar bertanya pada az-Zuhri, “Bagaimana cara Nabi meniupkannya?” Az-Zuhri berkata, “Beliau biasanya meniupkannya pada kedua telapak tangannya, kemudian mengusapkannya melewati wajahnya.”)

 

  • (Volume 007, Buku 071, Nomer Hadis 633)

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa beberapa sahabat Nabi melewati beberapa orang yang tinggal didekat sumber air dan salah satu dari orang-orang tersebut telah disengat kalajengking. Seorang lelaki diantara mereka yang tinggal didekat air, datang dan berkata kepada sahabat Nabi, “Apakah ada seorang diantara kalian yang dapat melakukan ruqyah karena didekat air disana ada seseorang yang telah disengat oleh kalajengking.” Salah satu sahabat Nabi pun pergi ke sana dan membaca surah al-Faatihah dengan domba sebagai imbalannya. Pasien tersebut sembuh dan sahabat tersebut membawa domba imbalan kepada teman-temannya yang tidak suka akan hal itu dan berkata, “Anda telah mengambil upah untuk membaca Kitab Allah.” Ketika mereka tiba diMadinah, mereka berkata, “Wahai Rasulullah! (Orang ini) telah mengambil upah untuk membaca kitab Allah.” Rasulullah berkata, “Kau yang paling berhak untuk mengambil upah untuk melakukan ruqyah dengan kitab Allah.”

 

  • (Bukhari, Volume 007, bUku 071, Nomer Hadis 635)

Diriwayatkan oleh Ummu Salamah bahwa Nabi melihat dirumahnya seorang gadis yang wajahnya memiliki bercak hitam. Beliau berkata, “Dia berada dibawah pengaruh mata jahat maka sembuhkan ia dengan ruqyah.”

 

  • (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomer Hadis 637)

Diriwayatkan oleh Al-Aswad, “Aku bertanya kepada ‘Aisyah tentang merawat sengatan beracun (gigitan ular atau sengatan kalajengking) dengan ruqyah. Dia berkata, ‘Nabi mengizinkan pengobatan sengatan beracun dengan ruqyah.’”

 

  • (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomer Hadis 638)

Diriwayatkan oleh ‘Abdul ‘Aziz  bahwa Tsabit dan saya pergi ke Anas bin Malik. Tsabit berkata,

“Wahai Abu Hamzah! Aku sakit.” Anas berkata, “Perlukah aku merawat Anda dengan ruqyah Rasulullah?” Tsabit berkata, “Ya.” Anas membaca, “Ya Allah! Tuhan manusia, Penghilang Maha salah! (Mohon) sembuhkan (pasien ini), karena Engkau adalah penyembuh. Tidak ada yang membawa kesembuhan kecuali Engkau, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

 

  • (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomer Hadis 640)

Diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah biasa mengobati dengan ruqyah dengan membaca,

Wahai Tuhan manusia! Hilangkan sakit, kesembuhan ada ditangan-Mu, dan tidak ada yang mampu menghapuskan (penyakit itu) kecuali Engkau.”

Baca juga: toko herbal ONLINE

 

Advertisements
%d bloggers like this: