Hal-hal yang harus Dihindari dalam Meruqyah

7 Jan

(Februari-2010)

“Ya, Diklinik Saya Kami Mempraktikkan Ruqyah Dalam Mengobati Pasien Kami”

(dr. Agus Rahmadi MD – Direktur Klinik Sehat)

Jakarta, Indonesia

Kondisi-kondisi yang diperbolehkan melakukan Ruqyah

Ada beberapa kondisi penting yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan ruqyah. Kondisi ini telah diringkas disini oleh Ibnu Hajar r.a.:

Ibnu Hajar (18 Februari 1372 – 2 Februari 1448, 852 H) adalah seorang ilmuwan Muslim Sunni pada abad pertengahan Shafiite yang mewakili seluruh lingkup dunia Sunni dibidang hadits.

Baca juga: jual obat herbal

Ibnu Hajar r.a.: “Ada kesepakatan diantara para ulama bahwa ruqyah diizinkan jika memenuhi tiga persyaratan:

  1. Dengan kata-kata Allah atau nama dan atribut-Nya.
  2. Dengan bahasa Arab atau kalimat-kalimat yang bermakna.
  3. Percaya bahwa mereka tidak menimbulkan dampak apapun, tetapi Allah SWT.” (Fathul Bari 10/240)

Berikut ini adalah pedoman tambahan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan ruqyah

  • Mengikuti apa-apa yang ada dalam hadits

Ruqyah adalah suatu bentuk doa. Sebagaimana halnya dengan doa lain, ruqyah dapat menggunakan kata-kata apa saja asalkan memenuhi syarat diatas (yaitu sesuai dengan sunnah). Hal ini diizinkan oleh Rasulullah saw. Yang menyatakan:

Tidak ada yang salah dengan Ruqyah selama mereka tidak melibatkan syirik.” (Muslim)

Hal-hal yang harus dihindari dalam meruqyah

  1. Melakukan syirik

Istri Ibnu Mas’ud, Zainab r.a. meriwaytkan bahwa suaminya melihat tali dilehernya dan         bertanya, “Apa ini?” Dia menjawab “Ini adalah tali ruqyah yang dibuat untuk saya.”

Suaminya memotongnya dan berkata, “Kamu, keluarga Ibnu Mas’ud, sama sekali tidak perlu berlaku     syirik. Sungguh, aku mendengar Rasulullah saw. Berkata, ‘ruqyah (yang melibatkan syirik), jimat, dan tiwala, semua tindakan syirik.”

Dia berkata, “Mengapa kamu berkata seperti ini? Saya sedang sakit mata maka saya pergi ke seorang Yahudi yang begini-begitu dan setiap kali ia mengobati saya melalui ruqyah, saya merasa lebih nyaman.”

Dia menjawab, “Itu adalah perbuatan setan. Dia (setan) berbicara melalui tangannya dan ketika ruqyah (syirik) diterapkan untuk itu, ia menarik tangannya. Sudah cukup bagimu untuk mengatakan apa yang Rasulullah saw. Biasa katakan,

Hapuslah penderitaannya, Tuhan manusia, dan sembuhkanlah. Engkau adalah penyembuh dan tidak ada penyembuhan kecuali dari Mu, kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit apa pun.”

Hadits diatas diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh al-Albani (Miskhatul Masabih no. 4.552).

(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. Dinilai shahih oleh al-Albani (as-Sahihah no. 2760). Nabi saw. Secara eksplisit melarang semua ruqyah sihir. Jabir melaporkan bahwa Nabi saw. Berkata, “Nashrah (sebuah mantra sihir dilakukan untuk melawan mantra sihir lain) adalah perbuatan setan.”

  1. Mencari ruqyah dari penyihir atau peramal (Paranormal)

Setiap manusia selayaknya jangan pernah mendatangi dukun untuk meminta pertolongan, baik dia dukun benar maupun palsu. Dukun palsu adalah tukang bohong yang berpura-pura untuk mendapatkan kekaguman orang, uang, atau keduanya.

Dukun bergantung pada jin dan setan. Mereka melakukan ritual-ritual yang mengandung kekufuran untuk menghasilkan mantra. Semua mantra mereka, termasuk ruqyah, dilarang, dan setiap Muslim yang berusaha mencari pertolongan mereka telah mendustakan keyakinannya terhadap Nabi saw..

Abu Hurairah r.a. menyampaikan bahwa Nabi saw. Bersabda,

Siapapun yang pergi ke dukun atau peramal dan percaya pada apa yang dikatakannya telah menolak apa-apa yang diwahyukan kepada Muhammad.”

Dicatat oleh Ahmad dan al-Hakim dishahihkan oleh al-Albani (Sahih ul-Jami no. 5.939).

Dan lemparkan apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang.” (Thaahaa: 69)

Seperti yang dapat And abaca dengan jelas dalam Al-Qur’an, para penyihir atau dukun tidak akan pernah berhasil dan tidak akan mampu memberi manfaat pada siapapun.

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengtakan, ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.’ Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan diakhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.” (al-Baqarah: 102)

Kedua ayat diatas menunjukkan kepada kita dengan jelas bahwa kita tidak diizinkan untuk menggunakan sesuatu pun yang dilarang Allah SWT sebagai obat. Kesimpulan saya adalah, tidak boleh sama sekali untuk mencari Ruqyah dari penyihir atau dukun dengan alasan apapun.

  1. Menggunakan kata-kata atau frase yang tidak dapat dimengerti

Seperti telah saya tunjukkan sebelumnya, Ruqyah harus dalam kata-kata yang dapat dimengerti dan dipahami dengan baik. Jika tidak, hal tersebut bisa mengandung syirik, sihir, atau kejahatan lain yang tercakup dalam bentuk-bentuk yang samar dan kata-kata tak dapat mengerti.

  1. Menerapkan Ruqyah pada situasi yang dilarang atau Aneh

Beberapa orang akan meruqyah disertai dengan tindakan-tindakan atau kondisi-kondisi yang aneh, seperti misalnya melakukannya diarea pekuburan atau kamar mandi atau menerapkannya pada seseorang yang najis atau ditutupi dengan najasah. (Kotoran atau najis haus dibersihkan sebelum kita melakukan doa). Hal seperti ini dan persyaratan-persyaratan lain yang serupa, selain bertentangan dengan apa yang telah diajarkan dalam sunnah, juga menunjukkan kecenderungan jahat atau kejahatan yang harus benar-benar dihindari.

Adapun menulis ruqyah diselembar kertas dan menempelkan ke tubuh pasien atau merendam kertas dalam air serta meminta pasien untuk meminumnya atau meniup dan meludah diatas wadah air saat membaca dan kemudian membuat dia meminumnya, semua ini tidak memiliki dasar dalam sunnah. (Ada beberapa pendapat yang menunjukkan bahwa Imam Ahmad r.a. dan beberapa ulama lain dari salaf [pendahulu yang saleh] mengizinkan beberapa tindakan ini. Namun, Anda harus menyadari bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa jenis tindakan tersebut berasal dari Sunnah.)

Catatan Penulis: Saya sering membaca doa atau Ruqyah pada segelas air lalu meminumnya atau memberikannya kepada seseorang yang sakit atau diganggu oleh sihir. Maksud saya adalah agar Allah SWT menerima doa saya ini (saya menyatakan alasan) dan memberkati air yang akan saya minum atau berikan kepada orang lain, dengan kekuatan penyembuhan-Nya, dan meningkatkan iman dan segala yang bermanfaat. Sebelum meminum air tersebut selalu membaca al-Faatihah dan meminta kepada Allah SWT berkat dan nikmat-Nya. Saya tidak meminta air tersebut untuk menyembuhkan atau untuk mmebantu saya. (Itu akan menjadi sejenis syirik). Air tidak dapat menyembuhkan Anda atau menguntungkan Anda dengan cara apapun, tanpa atas kehendak Allah SWT. Jadi, selalu tujukan doa dan permintaan Anda kepada Allah SWT dan selalu waspadalah dari setan karena ia terletak pada posisi dan tempat yang tidak dapat Anda lihat. Mereka menunggu untuk menyerang dan menyesatkan Anda.

  1. Menggunakan kata atau frase yang dilarang

Ruqyah tidak boleh menggunakan kata-kata jahat, seperti memaki, deskripsi menyinggung, atau tidak senonoh. Semua ini dilarang, dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya dalam bab ini, Allah SWT tidak mengizinkan Anda untuk menggunakan obat dari sesuatu yang dilarang.

Contoh: “Semoga mata iblis jatuh kembali pada yang melakukannya dan seluruh keluarga dan anak-anaknya.” Ini adalah sebuah bentuk pelanggaran karena yang bersalah adalah orang yang telah mempraktikkan sihir terhadap Anda dan belum tentu anak-anak dan keluarganya juga bersalah!

  1. Mengandalkan pada kekuatan ruqyah

Baik orang yang menerapkan Ruqyah maupun orang-orang yang sedang diterapi ruqyah dapat menganggap bahwa Ruqyah memiliki kekuatan independen dalam menyembuhkan atau perlindungan. Hal ini tidak benar. Mereka harus menaruh kepercayaan penuh kepada Allah, bergantung sepenuhnya pada-Nya, dan percaya bahwa Ruqyah hanyalah alat yang diberikan oleh Allah SWT agar mereka dapat sembuh kembali.

Seperti Ibnul Qayyim menunjukkan (Al-JAWAB Al-Kafi), orang harus melihat ruqyah seperti pedang. Ruqyah dapat menjadi tidak berguna tanpa tiga kondisi:

  1. Harus kuat dan tajam.
  2. Orang yang menggunakannya harus handal dan berpengalaman.
  3. Tidak boleh ada hambatan yang menghalang-halangi agar efektif.

Kunjungi juga Toko Herbal Online

Advertisements
%d bloggers like this: